Kota Bogor [8/9/2025] – Rumah Warga Rancamaya Roboh, Dedi Mulyono Turun Langsung dan Beri Bantuan Tunai. Anggota DPRD Kota Bogor dari daerah pemilihan Bogor Selatan, Dedi Mulyono turun langsung melihat kondisi rumah warga yang roboh karena puting beliung di RW 05 Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Dedi menyerahkan bantuan uang tunai kepada pemilik rumah untuk membantu kebutuhan mendesak pascakejadian.
Kondisi rumah yang mengalami kerusakan tersebut menjadi perhatian Dedi setelah dirinya mendapatkan informasi dari warga. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan sekaligus berdialog dengan keluarga terdampak.
Melihat kondisi rumah yang sudah roboh, Dedi mengatakan penanganan terhadap warga dalam kondisi darurat tidak boleh menunggu terlalu lama.
“Kalau sudah menyangkut rumah tempat tinggal seperti ini, tentu yang pertama harus kita pikirkan adalah bagaimana keluarga ini bisa segera terbantu. Karena rumah bukan hanya bangunan, tetapi tempat keluarga berlindung dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Dedi.
Pada kesempatan tersebut, Dedi menyerahkan bantuan uang tunai secara langsung kepada keluarga pemilik rumah. Bantuan itu diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan paling mendesak sembari menunggu penanganan dan bantuan lanjutan.
“Ini mungkin tidak akan menyelesaikan seluruh kebutuhan untuk membangun kembali rumahnya. Tetapi mudah-mudahan bisa sedikit membantu dan menjadi pegangan awal bagi keluarga,” katanya.
Dorong Pemerintah Ikut Turun Tangan
Dedi mengatakan bantuan pribadi yang diberikan merupakan penanganan awal. Namun untuk perbaikan rumah secara menyeluruh diperlukan keterlibatan pemerintah serta kolaborasi berbagai pihak.
Ia mendorong aparat wilayah bersama dinas terkait untuk melakukan pendataan dan memastikan apakah rumah tersebut dapat masuk dalam skema bantuan pemerintah, baik melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan kebencanaan, maupun sumber bantuan lainnya sesuai dengan hasil verifikasi di lapangan.
“Setelah bantuan darurat, yang harus kita pikirkan adalah solusi permanennya. Jangan sampai setelah ramai hari ini, beberapa minggu kemudian keluarga masih tinggal dalam kondisi yang sama,” tegasnya.
Menurut Dedi, kasus rumah roboh juga menunjukkan pentingnya pendataan kondisi rumah warga yang dilakukan secara aktif hingga tingkat RT dan RW.
Warga dengan kondisi rumah yang sudah rusak berat atau berpotensi membahayakan penghuninya perlu terdeteksi lebih awal sehingga intervensi pemerintah dapat dilakukan sebelum terjadi kondisi yang lebih parah.
“RT, RW, kelurahan sampai dinas harus punya data rumah-rumah warga yang kondisinya sudah rawan. Jangan selalu menunggu rumah roboh dahulu baru kita bergerak,” ucapnya.
Baca Juga : Dorong Transparansi, Dedi Mulyono Usulkan Masyarakat Bisa Ajukan Bantuan RTLH Mandiri Lewat Aplikasi
Jangan Biarkan Warga Menghadapi Musibah Sendirian
Dedi menilai persoalan rumah tidak layak huni bukan semata-mata persoalan fisik bangunan. Bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, kerusakan rumah bisa menjadi beban yang sangat berat karena biaya pembangunan maupun perbaikan tidak sedikit.
Karena itu, menurutnya dibutuhkan semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial hingga para donatur.
“Ketika ada tetangga atau warga kita terkena musibah seperti ini, jangan sampai mereka merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, masyarakat juga bisa bergotong royong. Kalau semuanya bergerak, insyaallah bebannya menjadi lebih ringan,” kata Dedi.
Ia juga meminta pemerintah daerah terus memperluas jangkauan program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di wilayah Bogor Selatan.
Dedi berharap keluarga yang rumahnya roboh di Rancamaya tersebut segera memperoleh solusi sehingga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
“Yang paling penting sekarang bagaimana rumah ini bisa kembali berdiri dan keluarga bisa tinggal dengan aman. Saya akan ikut mengawal agar persoalan ini mendapatkan perhatian dari pihak terkait,” pungkasnya.




