Kota Bogor [22/5/2025] – Dedi Mulyono Minta Pemkot Segera Bangun Rusunawa. Tingginya intensitas bencana longsor dan banjir lintasan di wilayah Bogor Selatan membuat kebutuhan akan hunian relokasi menjadi sangat mendesak. Oleh karena itu, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) atau Hunian Tetap (Huntap) di wilayah tersebut kini ditagih realisasinya oleh pihak legislatif.
Anggota DPRD Kota Bogor, Kang Dedi Mulyono, secara tegas mendesak Pemkot Bogor agar tidak menunda-nunda lagi proyek pembangunan Rusun di Bogor Selatan. Pasalnya, infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan menjadi solusi ‘hidup-mati’ bagi ribuan warga yang kini bertahan di zona hitam bencana.
Menanti Kejelasan ‘Groundbreaking’
Dedi mempertanyakan keseriusan pemerintah kota karena hingga kini tanda-tanda pembangunan fisik belum terlihat. Padahal, wacana tersebut sudah lama bergulir di masyarakat.
“Kita sudah sering dengar wacananya, kajiannya, bahkan beritanya sudah menyebar bahwa Pemkot mau bangun Rusun di Bogor Selatan. Sekarang saya tanya, kapan peletakan batu pertamanya?” tegas Dedi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (22/5/2025).
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa warga yang tinggal di bantaran kali dan tebing rawan longsor tidak bisa menunggu lebih lama. Ketidakpastian waktu pembangunan hanya akan memperpanjang risiko yang mereka hadapi setiap kali hujan deras turun.
Solusi Konkret bagi Warga Zona Merah
Legislator PKS dari Dapil Bogor Selatan ini menyoroti banyaknya rumah warga di wilayahnya—seperti di Cipaku, Bondongan, hingga Batutulis—yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.
Merujuk pada data kebencanaan, relokasi adalah satu-satunya jalan keluar untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Kendati demikian, Dedi menyadari bahwa relokasi tanpa penyediaan tempat tinggal baru adalah hal yang mustahil dilakukan.
“Kita tidak bisa seenaknya menyuruh warga pindah dari zona merah kalau pemerintah tidak menyiapkan rumah penggantinya. Rusunawa atau Huntap ini adalah kuncinya,” ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) ini.
Ia pun mengkritik keras jika rencana ini lambat dieksekusi. “Kalau lahannya sudah ada, anggarannya ada atau bisa kolaborasi dengan Pusat, segera eksekusi. Jangan cuma jadi wacana di atas kertas,” tambahnya.
Baca Juga : Smart One Day Service Diluncurkan, DPRD Apresiasi Terobosan Perizinan Cepat di Kota Bogor
Kawal Anggaran Prioritas
Sementara itu, terkait teknis pelaksanaan, Dedi meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) untuk segera mematangkan Detail Engineering Design (DED). Selain itu, koordinasi dengan Kementerian PUPR juga harus digenjot jika memang membutuhkan suntikan dana APBN.
“Bogor Selatan ini konturnya berbukit, paling rawan longsor. Jadi prioritas pembangunan Rusun harus di sini. Saya akan kawal ini di Banggar agar anggarannya prioritas,” cetusnya.
Dedi berharap Rusun yang dibangun nanti benar-benar layak huni, ramah anak, dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia tidak ingin anggaran daerah habis hanya untuk kegiatan seremonial, sementara keselamatan warga terabaikan.
“Intinya satu, saya menagih janji Pemkot. Segera bangun Rusun di Bogor Selatan sebelum musim hujan makin ganas dan memakan korban lagi,” pungkas Dedi.
Dedi Mulyono Minta Pemkot Segera Bangun Rusunawa
