Bogor, 2 Desember 2024. Subsidi Biskita Hanya Solusi Jangka Pendek, Pemkot Perlu Model Bisnis transportasi yang Mandiri. Anggota DPRD Kota Bogor sekaligus anggota Badan Anggaran, Dedi Mulyono, menekankan pentingnya pengelolaan anggaran transportasi publik yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, subsidi transportasi publik seperti pada program Biskita Transpakuan hanyalah solusi jangka pendek dan tidak bisa terus-menerus menjadi beban APBD Kota Bogor.
“Kita memahami bahwa subsidi diperlukan untuk memastikan masyarakat memiliki akses ke transportasi publik yang terjangkau. Namun, jika subsidi ini terus berlanjut tanpa ada perubahan mendasar dalam model bisnis transportasi, beban terhadap APBD akan semakin besar,” ujar Dedi.
Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk operasional Biskita Transpakuan. Kendati demikian, Dedi mengingatkan bahwa penggunaan dana publik ini harus disertai dengan rencana strategis jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang mandiri.
Dorongan untuk Model Bisnis Mandiri
Dedi mengusulkan agar Pemkot mulai merancang model bisnis transportasi publik yang lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada subsidi. Salah satu langkah yang disarankan adalah menjalin kemitraan dengan sektor swasta melalui skema Public-Private Partnership (PPP).
“Kemitraan ini dapat mendorong inovasi dan efisiensi dalam operasional transportasi publik. Selain itu, Pemkot juga perlu mengeksplorasi sumber pendanaan alternatif, seperti penerapan tarif berbasis zona atau langganan, yang bisa meningkatkan pendapatan tanpa memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga : Rp10 Miliar untuk Subsidi BTS Biskita Transpakuan Bogor : Perlu Pengawasan Efektif
Efisiensi dan Inovasi Teknologi
Dedi juga menekankan perlunya inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penggunaan bus listrik, digitalisasi sistem tiket, serta integrasi data transportasi dapat membantu menekan biaya operasional dan memperbaiki layanan kepada masyarakat.
“Dengan teknologi, kita bisa menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ini juga akan menarik lebih banyak pengguna untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik,” tambahnya.
Kebutuhan Perencanaan Transportasi Jangka Panjang
Dedi menegaskan bahwa perencanaan transportasi jangka panjang, seperti penyusunan Rencana Induk Transportasi Kota Bogor, sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sistem transportasi publik. Perencanaan ini harus mencakup rute strategis, pengembangan infrastruktur seperti halte, dan integrasi moda transportasi lainnya.
“Kita perlu memiliki rencana yang jelas untuk membangun sistem transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat,” kata Legislator PKS ini.
Sebagai anggota Badan Anggaran, Dedi berkomitmen untuk terus mengawasi alokasi dana transportasi publik agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Pemkot harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan tidak hanya untuk subsidi, tetapi juga untuk investasi jangka panjang yang membangun kemandirian transportasi publik di Kota Bogor,” tutupnya.
Subsidi Biskita Hanya Solusi Jangka Pendek


