Kota Bogor [10/5/2025] – Main Judi Online dan Terjerat Pinjol Dedi Mulyono Ingatkan Bansos Bisa Diputus. Warga Kota Bogor, khususnya di wilayah Bogor Selatan, diminta untuk segera menjauhi praktik Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. Pasalnya, pemerintah pusat kini menerapkan kebijakan tegas: NIK dan rekening yang terdeteksi bertransaksi untuk kegiatan tersebut terancam dicoret dari daftar penerima Bantuan Sosial (Bansos).
Peringatan keras ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Bogor, Kang Dedi Mulyono, menyusul maraknya fenomena warga yang terjerat lingkaran setan utang piutang akibat judi daring. Menurutnya, pemerintah tidak akan segan-segan menghentikan penyaluran bantuan bagi mereka yang menyalahgunakan dana negara.
“Ini peringatan sayang saya kepada warga. Tolong berhenti main slot atau judi online. Pemerintah sekarang punya teknologi canggih lewat PPATK. Kalau ketahuan uang atau rekeningnya dipakai transaksi Judol, NIK Bapak/Ibu bisa dicoret permanen dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” tegas Dedi di Bogor, Kamis (11/12/2025).
Sistem Monitoring Super Ketat
Legislator PKS ini menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) kini bekerja sama erat dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sistem ini mampu melacak jejak digital transaksi keuangan yang mencurigakan dari rekening penerima bantuan.
Oleh karena itu, Dedi mengingatkan agar warga tidak meremehkan kemampuan pemerintah dalam memantau aliran dana.
“Jangan pikir pemerintah tidak tahu. Jejak digital itu abadi. Jika terbukti ada aliran dana ke situs judi, maka otomatis dianggap tidak layak menerima bantuan. Bansos itu untuk beli beras dan sekolah anak, bukan untuk ‘depo’ slot,” ujarnya mengingatkan.
Lingkaran Setan Pinjol dan Judol
Lebih lanjut, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bogor ini menyoroti fenomena “gali lubang tutup lubang” yang kian meresahkan. Banyak warga nekat meminjam di Pinjol ilegal hanya untuk menutupi kekalahan judi, atau sebaliknya.
Akibatnya, data kependudukan (NIK) mereka menjadi buruk di mata perbankan (SLIK OJK) dan masuk daftar hitam.
“Sayangi keluarga di rumah. Jangan sampai karena keinginan instan, masa depan keluarga hancur. Sudah terlilit utang Pinjol, diteror penagih, bansos pun diputus. Ini musibah bertubi-tubi yang sebenarnya bisa dihindari,” kata Dedi dengan nada prihatin.
Baca Juga : Prevalensi stunting kota bogor Masih Tinggi, Pemkot Harus Percepat Intervensi Anggaran
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Dedi mendukung langkah tegas pemerintah ini semata-mata agar Bansos benar-benar tepat sasaran. Ia tidak ingin uang rakyat justru menguap ke tangan bandar judi.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Bogor Selatan, ia berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi agar warganya “melek” finansial dan tidak mudah tergiur iming-iming cepat kaya dari judi online.
“Sekali lagi saya ingatkan, jaga NIK dan rekening kita. Gunakan bantuan pemerintah sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok. Jangan sampai menyesal di kemudian hari saat nama kita di-blacklist dan tidak bisa lagi mendapat bantuan apapun,” pungkasnya.
Main Judi Online dan Terjerat Pinjol Dedi Mulyono Ingatkan Bansos Bisa Diputus




