Temui Wali Kota Bogor, Dedi Mulyono: Jangan Beri Karpet Merah untuk Miras Ilegal!

Temui Wali Kota Bogor, Dedi Mulyono: Jangan Beri Karpet Merah untuk Miras Ilegal!

Kota Bogor [12/9/2026] — Dedi Mulyono Jangan Beri Karpet Merah untuk Miras Ilegal. DPD PKS Kota Bogor bersama Fraksi PKS DPRD Kota Bogor menemui Wali Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Jumat (12/9/2025). Dalam pertemuan tersebut, PKS menitipkan sejumlah pesan, mulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM), beasiswa pendidikan, hingga perang terhadap minuman beralkohol ilegal dan berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda.

Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Dedi Mulyono, meminta Pemkot Bogor tidak hanya mengejar pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan manusia harus menjadi investasi utama pemerintah daerah.

“Pembangunan fisik memang perlu. Tetapi manusia adalah investasi terbaik untuk masa depan. Karena itu, jangan sampai kita sibuk membangun kotanya, tetapi lupa membangun manusianya,” kata Dedi.

Dedi menilai peningkatan kualitas SDM harus dilakukan sejak bangku sekolah. Karena itu, ia mendorong Pemkot Bogor memperbanyak program bantuan beasiswa, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Beasiswa jangan berhenti di jenjang tertentu. Kita perlu memperluas akses bantuan pendidikan untuk SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

PKS Minta Miras Ilegal Tak Diberi ‘Karpet Merah

Dalam pertemuan itu, Dedi juga secara khusus menyoroti persoalan minuman beralkohol ilegal yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius Pemkot Bogor.

Ia meminta pemerintah tidak memberikan ruang bagi peredaran miras ilegal untuk berkembang di Kota Bogor.

“Kita harus perang terhadap minuman alkohol ilegal. Jangan sampai ada karpet merah bagi miras ilegal untuk tumbuh di Kota Bogor,” tegasnya.

Menurut Dedi, persoalan miras tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan ketertiban atau pelanggaran aturan. Dampaknya, kata dia, dapat merembet pada persoalan sosial dan masa depan generasi muda.

Karena itu, ia mendorong pengawasan dan penindakan dilakukan secara konsisten, termasuk terhadap tempat-tempat yang menjadi titik peredaran minuman beralkohol ilegal.

Baca Juga : 1.860 Botol Miras Disita, Dedi Mulyono: Bogor Tak Boleh Jadi Karpet Merah Miras Ilegal !

Taman Kota Jangan Jadi Ruang Pergaulan Bebas

Selain miras, Dedi turut mengingatkan Pemkot Bogor mengenai penggunaan fasilitas publik, khususnya taman-taman kota.

Ia meminta ruang publik benar-benar dijaga agar menjadi tempat yang aman bagi keluarga, anak-anak, dan masyarakat.

“Jangan sampai taman yang dibangun dengan uang rakyat justru menjadi ruang untuk pergaulan bebas. Fasilitas publik harus kita jaga agar memberikan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dan keluarga,” katanya.

Dedi juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyebaran narkoba, obat-obatan terlarang, serta berbagai perilaku sosial yang dinilai dapat mempengaruhi generasi muda.

Ia meminta Pemkot Bogor memperkuat langkah pencegahan melalui pendidikan, pengawasan, pembinaan keluarga, aktivitas kepemudaan, hingga penegakan aturan.

Bangun Kotanya, Selamatkan Generasinya

Dedi menegaskan pembangunan Kota Bogor harus berjalan beriringan antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan karakter serta kualitas manusia.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari semakin banyaknya gedung, jalan, taman atau fasilitas publik yang dibangun.

“Ukuran kemajuan kota bukan hanya seberapa banyak bangunan yang kita dirikan. Yang lebih penting adalah seperti apa kualitas manusia yang hidup di dalamnya,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara Pemkot Bogor, DPD PKS dan Fraksi PKS DPRD Kota Bogor terus diperkuat untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Kita ingin Bogor maju kotanya dan kuat manusianya. Bangun kotanya, selamatkan generasinya,” pungkas Dedi.

Dedi Mulyono Jangan Beri Karpet Merah untuk Miras Ilegal

Copyright © 2026 Dedi Mulyono